Rabu, 31 Oktober 2018

Sistem Informasi Psikologi


Tugas 1 :

Sistem : Sistem merupakan suatu kesatuan elemen atau kelompok yang digabungkan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Informasi : Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

Psikologi : Psikologi merupakan ilmu pengetahuan (ilmiah) yang mempelajari perilaku, sebagai manifestasi dari kesadaran, proses mental, aktifitas motorik, kognitif, dan juga emosional.

Definisi Operasional Sistem Informasi Psikologi: Sistem informasi psikologi merupakan suatu kesatuan elemen atau kelompok sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berarti mengenai ilmu pengetahuan (ilmiah) yang mempelajari perilaku, sebagai manifestasi dari kesadaran, proses mental, aktifitas motorik, kognitif, dan juga emosional.

Tugas 2 :

System
Elements
Goal
Inputs
Processing
Elements
Outputs
Tes EPPS (Edwards Personal Preference Schedule)
Lembar jawaban, buku soal, pensil, penghapus, penggaris, pulpen merah, dan pulpen biru
1.   Rapport
2.   Mengisi identitas padalembar jawaban
3.   Membagikan buku persoalan kepada peserta
4.   Membaca intruksi
5.   Mengisi jawaban
6.   Mengecek kembali isi dari jawaban (jika masih ada waktu) sebelum di kumpulkan
Mengungkapkan 15 needs yang terdapat dalam diri individu. Dengan berbentuk verbal atau butir-butir pertanyaan yang berjumlah 225, dimana semua pasangan pernyataan tersebut merupakan pengembangan dari beberapa aspek psikologis yang diukur.
Untuk 
mengukur 
tingkat 
kepribadian seseorang.


Nama Kelompok   : Fitriana Indriastuti 
NPM   : 12515753
Kelas   : 4PA15

Jumat, 13 Januari 2017

Tugas 5 : Psikoterapi Online



Psikoterapi Online
Psikoterapi adalah usaha penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran.
Orang yang melakukan psikoterapi disebut Psikoterapis (Psychotherapist). Seorang psikoterapis bisa dari kalangan dokter, psikolog atau orang dari latar belakang apa saja yang mendalami ilmu psikologi dan mampu melakukan psikoterapi. Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara dua pihak atau lebih, yaitu antara klien dengan psikoterapis yang bertujuan memperbaiki keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang psikoterapis dengan pengetahuan dan ketrampilan psikologisnya akan membantu klien mengatasi keluhan secara profesional dan legal.
Ada tiga ciri utama psikoterapi, yaitu:
1.                  Dari segi proses          : Berupa interaksi antara dua pihak, formal, profesional, legal dan menganut kode etik psikoterapi.
2.             Dari segi tujuan          : Untuk mengubah kondisi psikologis seseorang, mengatasi masalah psikologis atau meningkatkan potensi psikologis yang sudah ada.
3.             Dari segi tindakan      : Seorang psikoterapis melakukan tindakan terapi berdasarkan ilmu psikologi modern yang sudah teruji efektivitasnya.
Konsep Online
Online konseling mengacu pada kegiatan konseling yang berbasis hubungan virtual dengan beradasar pada kebutuhan klien yang masih mempunyai jarak dan masih ragu untuk lebih terbuka kepada orang lain (Hanley T., 2006).
Walaupun sebenarnya online konseling merupakan hal yang masih langka di Indonesia namun beberapa negara maju di bidang teknologi telah memanfaatkan teknologi informasi ini dalam memberikan kemudahan akses bagi masyarakatnya.
Disini ada beberapa kekurangan dan kelebihan Psikoterapi online :
Kelebihan :
1.              Menghemat waktu, karena klien tidak perlu Repot-repot untuk datang ke tempat Psikoterapis
2.              Lebih Hemat dan Murah, biasanya Psikoterapi yang di Lakukan secara Online memiliki Cost harga yang lebih murah ketimbang Datang langsung ke Tempat Terapis, bahkan ada Psikoterapis yang tidak di pungut biaya alias Gratis
3.              Cocok untuk Orang yang Memiliki Kepribadian Tertutup alias Pemalu, biasanya orang Pemalu akan lebih terbuka dan Berani jika Terapis di lakukan jarak jauh ketimbang Bertatap Muka langsung.
Kekurangan :
1.              Sang Terapis, dalam hal ini sang Psikolog, tidak mengetahui bagaimana keadaan klien sesungguhnya itu seperti apa.
2.              Terapis tidak bisa mengetahui bagaimana Bahasa Tubuh si Klien, tatapan mata klien, dan cara bicara si klien, seperti kita tahu bahwa bahasa tubuh, tatapan mata, dan cara bicara merupakan entry point bagi seorang Psikolog untuk bisa mengetahui Kepribadian, karakteristik, dan bahkan Permasalahan yang sedang di alami Sang Klien.
Layanan Konseling Secara Langsung/Tatap Muka
1.             Kegiatan konsuling dilakukan dalam setting ruangan yang ssangat aman, pribadi, dan tidak terlihat oleh orang lain.
2.             Didalamnya terdapat keadaan yang secara nyata ditampilkan yang tidak terbatas dalam bentuk verbal (tampak) dari kedua belah pihak, seperyyi berpikir, berbicara, dan berbagi pikiran.
3.             Pada umumnya merupakan percakapan bersahabat, hangat, dan ekspresif dan secara langsung dengan tujuan untuk memberikan perubahan dalam perilaku.
Layanan Konseling Melalui Internet
1.             Kegiatan konseling dilakukuan dalam setting dunia maya yang mungkin saja bisa dimasuki oleh pihak ketiga mapun beresiko dibajak oleh hacker.
2.             Kedua belah pihak akan berpikir dan berbagi pemikiran biasanya melalui teks. Hal ini bisa juga dilakukan secara langsung atau melalui chat, video, conference, instant messaging maupun secara virtual.
3.             Konseling internet melalui interaksi yang kebanyakan berbasis teks, beberapa huruf berubah menjadi kode-kode atau singkatan, untuk menggambarkan emosi yang ditujukan dilakukan dengan emoticon.
Contoh Soal Psikoterapi Kepribadian:









Sumber :
http://soaltestiq.com/contoh-tes-kepribadian-terbaru/
http://lintangretno.blogspot.co.id/2017/01/membandingkan-psikoterapi-online-dan.html
 


Tugas 4 : Tes Psikologi Online



Test Psikologi Online    
       
          Tes psikologi atau psikotes adalah bidang yang ditandai dengan penggunaan sampel perilaku untuk menilai konstruksi psikologis, seperti fungsi kognitif dan emosional, tentang individu tertentu. Istilah teknis untuk ilmu di balik tes psikologis psikometri. Dengan sampel perilaku, satu berarti pengamatan dari tugas melakukan individu yang biasanya telah ditentukan sebelumnya, yang sering berarti nilai pada ujian. Respon ini sering dikompilasi ke dalam tabel statistik yang memungkinkan evaluator untuk membandingkan perilaku individu yang diuji terhadap tanggapan kelompok norma. (sumber: Wikipedia)
          Tes psikologi online berarti mendasarkan media online sebagai perantaranya. Tes tersebut dapat berupa tes kepribadian dan tes intelegensi, bentuknya dapat berupa gambar, kuesioner, maupun menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana terkait diri sendiri. Tes psikologi berfungsi untuk mengenal diri sehingga dapat mengembangkan kelebihan yang dimiliki serta menyamarkan kekurangan dengan kelebihan yang dimiliki.
          Seiring berjalannya waktu, tes psikologi kini dapat dilakukan kapan pun dan dimana pun, bahkan oleh siapa pun. Tak perlu lagi bertatap muka dengan sang ahli psikologi, kini para individu dapat menjalani tes psikologi secara mandiri. Yaitu dengan menjalani berbagai macam tes psikologi yang ditawarkan media online yang dapat diakses dengan mudahnya.

Contoh soal Tes Psikologi :



           Kemajuan tes psikologi yang kini dikembangkan di media online tentunya memiliki dampak bagi setiap pihak baik positif maupun negatif. Berikut dampak yang dihasilkan dari tes psikologi online:
Dampak Positif
1.             Memudahkan individu dalam mengakses tes psikologi kapan pun dan dimana pun.
2.             Tes yang dilakukan tidak mengeluarkan biaya.
3.         Individu dapat menilai diri sendiri serta mengetahui kelebihan dan kekurangannya, sehingga menjadi bahan evaluasi dan pengembangan diri.
4.             Memudahkan individu menempatkan diri dalam menjalin relasi dengan orang lain.
5.             Memudahkan individu mengetahui pekerjaan/jurusan yang cocok dengan dirinya.
6.      Mengenal diri sendiri memudahkan individu dalam penerimaan atas dirinya serta orang-orang di sekitarnya  Dapat mengefektifkan waktu karena hasil tes dapat langsung dilihat.

Dampak Negatif
1.          Hasil tes yang diberikan belum akurat karena dilakukan oleh diri sendiri (terutama yg bukan seorang psikolog) dan dapat menyebabkan terjadinya penipuan.
2.             Hasil tes dapat dilihat oleh orang lain karena tidak bersifat tertutup.
3.       Penipuan dapat terjadi oleh diri sendiri karena jawaban tes dapat diubah sehingga mudah untuk dipelajari.
4.             Kerahasiaan alat tes semakin terancam.

Sumber :


Jumat, 11 November 2016

Tugas 3 : Interpersonal 1


Interpersonal 1

A.           Sejarah Komunitas Online
Dewasa ini masyarakat dunia tak lagi mengalami kesulitan dalam berinteraksi satu sama lain. Berbagai media dapat digunakan dengan sangat mudah untuk bisa berinteraksi, baik itu lintas daerah, lintas budaya maupun lintas negara sekalipun. Itu semua bisa terjadi dengan adanya fasilitas yang sekarang ini sangat “booming” dan menjadi salah satu kebutuhan bagi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat modern.
Tidak dapat dipungkiri bahwa internet telah menjadi salah satu kebutuhan, gaya hidup, dan hiburan bagi masyarakat. Tak heran internet telah membawa pengaruh yang sangat besar bagi peradaban dunia saat ini. Internet juga ternyata mempunyai manfaat yang luar biasa bagi kehidupan sosial kita, yaitu salah satunya adalah interaksi sosial. Internet saat ini, tidak lagi menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan dan didapatkan. Tak heran memang jika interaksi dan kehidupan “maya” di internet seperti telah menjelma menjadi kehidupan nyata yang juga mempunyai kehidupan dan interaksi sosial.
Melalui internet, kita bisa melakukan apa saja yang kita lakukan di dunia “nyata”, seperti berkomunikasi, berinteraksi, bekerja, bahkan membentuk suatu kelompok atau komunitas tertentu. Bahkan, saat ini dikatakan bahwa polarisasi kelompok juga terjadi di internet. Tak hanya itu, kelompok kerja sekalipun juga terjadi di internet yang kemudian dinamakan kelompok kerja virtual.
Pertama, akan dibahas mengenai sejarah komunitas online yang saat ini sedang marak. Seperti dijelaskan di atas, bahwa saat ini internet telah menjamur ke berbagai tempat, berbagai usia, dan berbagai kelompok, tak heran jika internet telah menyediakan fasilitas bagi komunitas-komunitas, yang tentunya merupakan komunitas online yang memungkinkan anggota/ penggunanya bisa saling berinteraksi dengan sesama pengguna.
Sebelum membahas sejarah dari komunitas online (online community), akan dibahas terlebih dahulu apa yang disebut dengan komunitas online tersebut. Saat ini, banyak yang menganggap bahwa komunitas online atau online community dan jejaring sosial (social networking) adalah dua hal yang dianggap sama. Padahal jika diteliti lebih lanjut kedua hal tersebut mempunyai perbedaan mendasar, walaupun memang mempunyai kesamaan yang mendasar pula, yaitu sebagai suatu wadah atau fasilitas yang memungkinkan orang di seluruh penjuru dunia atau penikmat internet dapat saling terhubung dan berinteraksi satu sama lain. Namun apa perbedaanya?  Jika dilihat dari sisi broader-nya, jejaring sosial (social network) merujuk pada layanan individual-centered atau layanan yang lebih merujuk pada aktivitas individual. Sedangkan komunitas online (online community) adalah layanan yang bersifat group-centered atau layanan yang lebih merujuk pada aktivitas suatu grup tertentu.
Tetapi sebenarnya, antara komunitas online dan jejaring sosial mempunyai hubungan yang erat.  Komunitas online merupakan salah satu dampak sosial dari adanya jejaring sosial. Jadi, dengan kata lain komunitas online terbentuk dari adanya jejaring sosial, atau bisa dikatakan bahwa suatu komunitas online terbentuk dari gabungan pengguna jejaring sosial yang lemudian membentuk suatu grup atau komunitas. Jadi, komunitas online adalah komunitas virtual yang eksis secara online dan semua membernya bisa bereksistensi melalui pengambilan bagian pada ritual keanggotaan. 

B.            Polarisasi dalam Internet
Polarisasi adalah kecenderungan ke arah posisi yang ekstrem. Bila sebelum diskusi kelompok para anggota mempunyai sikap agak mendukung tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan lebih kuat lagi mendukung tindakan itu. Sebaliknya, bila sebelum diskusi para anggota kelompok agak menentang tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan menentang lebih keras. Polarisasi kelompok adalah gejala mengumpulnya pendapat kelompok pada satu pandangan tertentu. Polarisasi Kelompok adalah intensifikasi dari suatu pre-existing awal kelompok pilihan (Baron et al. 1992:73).
Efek polarisasi menyinggung pada rata-rata score individu sebelum dan setelah diskusi kelompok. Anggota kelompok paling ekstrim, mungkin sekali , sudah menjadi lebih moderat setelah diskusi itu. Tetapi pada rata-rata pertimbangan atau pilihan sudah menjadi yang lebih ekstrim.  Penyebab dari polarisasi adalah : perbandingan social, diskusi kelompok, dan tidak ada prasangka. Selain itu polarisasi dapat terjadi karena perbedaan layanan pada internet seperti : #Jejaring Sosial, #Streaming, #Forum Komunitas Maya, #Cloud Storage, #Surel, #Blog, #Milist, dan #Chatting dan Teleconference.

C.           Kelompok kerja dan brainstorming
Kelompok kerja dan brainstorming adalah grup kreativitas teknik  di mana sebuah kelompok mencoba untukmenemukan solusi untuk suatu masalah tertentu dengan mengumpulkan daftar ide spontandisumbangkan oleh para anggotanya. Brainstorming dikembangkan dan diciptakan oleh AlexOsborn Faickney  pada tahun 1953 melalui buku Terapan Imajinasi.
Dalam buku itu, Osborn tidak hanya mengusulkan metode curah pendapat, tetapi juga membentuk aturan yang efektif untuk hosting sesi brainstorming. Brainstorming telah menjadi teknik kelompok populer dan telah menimbulkan perhatian diakademisi. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menguji dalil Osborn bahwa brainstorming lebih efektif daripada individu yang bekerja sendiri dalam menghasilkanide. Beberapa peneliti telah menyimpulkan bahwa pernyataan tersebut adalah palsu (brainstorming adalah tidak efektif), sementara yang lain menemukan kelemahan dalam penelitian dan menetapkan bahwa hasilnya tidak meyakinkan. Selanjutnya, para peneliti telah membuat modifikasi atau variasi diusulkan brainstorming dalam upaya untuk meningkatkan produktivitas brainstorming. Namun, tidak ada bukti empiris yang menunjukkan bahwavariasi lebih efektif daripada teknik asli.Meskipun demikian, brainstorming dapat dari utilitas besar ketika kelompok rekening tersebut untuk, dan bekerja untuk meminimalkan proses kelompok yang mengurangi efektivitas.
Brainstorming adalah sebuah alat bantu yang digunakan untuk mengeluarkan ide dari setiap anggota tim yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Kesuksesan Brainstorming dapat dilihat dari suasana bebas tanpa kritik untuk menggali ide kreatif atau solusi alternatif tanpa batas. Brainstorming mulai dikenalkan pada tahun 1950-an dan menjadi tidak dipisahkan dari TQM (Total Quality Management), namun tak hanya disitu penerapannya, Brainstorming dapat digunakan di segala bidang.
 Brainstorming dapat memberi inspirasi, memperluas wawasan, merupakan pembelajaran dalam mengambil keputusan, selain itu menciptakan kesetaraan dan melibatkan seluruh anggota tim. namun saat ini Brainstorming juga dapat dilakukan tanpa harus berkumpul dalam satu ruangan, namun juga dapat dilakukan di dunia maya atau telekonferensi dengan jarak ribuan meter.

D.           Tim virual
Pembangunan Kepercayaan Tim Virtual :
1)            Komunikasi
Komunikasi sangat penting untuk membangun suatu hubungan, dalam perusahaan komunikasi yang kurang baik akan menghasilkan software yang berbeda jauh dengan apa yang di minta klien.
jadi, komunikasi digunakan untuk membangun suatu hubungan serta mengurangi dampak kesalahpahaman dan kerancunan
2)            Cultural Awareness
Selain komunikasi, pengetahuan dan toleransi akan budaya pun perlu di perhatikan, artinya apa yang disampaikan akan mudah di terima dan juga dapat menambah probabilitas salah pengertian antar anggota

3)            Self Motivation
sebuah motivasi pada setiap anggota sangat mempengaruhi kinerjanya. result-oriented, karena tidak ada seorang pun yang menyadari betapa intensifnya rekan bekerja kecuali ia dapat mendemonstrasikan hasil kerjanya
4)        Kepercayaan
Sebuah keyakinan pun juga sangat penting untuk memnghasilkan kinerja yang lebih baik. kepercayaan pun dapat mendukung semua point atas basis komunikasi yang terbuka dan membangun motivasi yang bersangkutan.
Sumber :